Sebuah perjalanan hidup yang mungkin teramat sulit untuk
di jalani. Sebuah takdir yang tak bisa di tebak oleh manusia. Sebuah takdir
yang kadang membuat manusia itu senang dalam menjalani realita kehidupannya,
ada kalanya membuat manusia berfikir kalau tuhan tidak menyayangi dirinya yang
bahkan sampai membuat manusia melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan
oleh manusia itu sendiri. Namun percaya atau tidak, yang namanya kehidupan
pastilah berputar seperti roda, kehidupan akan berputar sebagaimana bumi ini
berputar. Tuhan begitu adil, namun manusianya saja yang tak pernah menyadari
akan hal itu. Setiap berada dalam sebuah masalah, seolah-olah dia adalah orang
yang paling menderita di dunia ini. Dia merasa bahwa tuhan membenci dia dan
mencintai orang lain, yaitu orang yang pada saat itu dia melihat orang lain
sedang bahagia. Namun ketika dia berada dalam sebuah kebahagiaan, dia lupa akan
tuhannya dan merasa bahwa kebahagiaan itu dari dirinya sendiri.
Itulah realita dalam kehidupan manusia. Kemudian bagaimana
dengan yang namanya realita dalam cinta?? Pernahkah kita bertanya pada diri
kita sendiri, apakah cinta yang kita permainkan ataukah kita yang dipermainkan
oleh cinta? Sedikit sulit untuk menjawab dua pertanyaan itu. Kemudian bagaimana
dengan pertanyaan yang seperti ini, apakah cinta juga berputar sebagaimana
berputarnya realita kehidupan? Yang kadang manusianya berada pada posisi atas,
kadang berada di posisi bawah. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu butuh
keahlian khusus kalau menurut saya. Atau mungkin bisa di jawab dengan nurani
sendiri-sendiri menurut orang yang menjalani atau mereka yang merasakan cinta.
Susah memang menghilangkan sebuah perasaan yang di sebut
dengan cinta. Istilahnya menghilangkan perasaan cinta tak semudah membalikkan
telapak tangan. Karena cinta adalah karunia yang di berikan tuhan kepada
makhluknya yang ada di bumi. Tuhan tidak memilih kepada siapa karunia itu di
berikan. Entah itu kepada orang muslim, orang kristen, orang hindu, budha,
katholik, bahkan kepada hewan sekalipun. Sedangkan manusia, mereka memberikan
rasa cintanya hanya kepada orang-orang tertentu. Manusia tidak bisa membagi
rasa cintanya kepada sembarangan orang. Itulah betapa lemahnya manusia jika
sudah berhadapan dengan yang namanya cinta. Namun.. kadangkalanya kita bisa
kuat menghadapi realita kehidupan karena adanya cinta. Cinta bisa membuat kita
bertahan. Dan cinta pun bisa membuat kita rapuh. Bahkan cinta bisa membuat kita
buta akan segala hal.
Cinta memang sulit untuk di tebak, apa sebenarnya yang di
inginkan sebuah kata cinta? Sebuah kata yang bisa merubah segalanya. Sebuah
kata yang bisa membuat para perasaannya melayang jauh dari kenyataan hari ini.
Melayang membayangkan betapa indahnya jika bersama dengan orang yang di
cintainya, betapa senangnya jika berada di samping orang yang di cintai, dan
berfikir betapa sepinya kehidupan jika orang yang di cintai tidak ada di
sampingnya. Hidup seakan-akan sunyi jika orang yang di cintai telah pergi.
Padahal secara tidak di sadari tanpa orang yang kita cintai pun dunia tidak akan
sepi dan kehidupan tidak akan sunyi tanpa orang-orang yang kita cintai. Karena
di sekeliling kita masih ada orang yang mencintai kita Tanpa sepengetahuan kita. Mereka hanya diam tanpa
mengungkapkan cintanya kepada kita. Namun mereka peduli dengan kita. Dan kita
yang tidak pernah memperhatikan yang ada di sekitar kita. Kita hanya berfikir
tidak ada orang yang mencintai kita atau tidak ada yang peduli dengan kita.
No comments:
Post a Comment